Senin, 27 Oktober 2014

Down

Hari demi hari saya berusaha kuat untuk tetap kerja disini. Ya walaupun sering kali merasa jenuh, merasa tidak betah, tp saya bangkit lagi. Semua demi nama baik saya dan orangtua saya. Tapi suatu hari saya iseng apply cv di jobstreet untuk posisi Junior Sekretaris di BCA. Gak disangka saya mendapat panggilan untuk psikotes hari Jumat. Sejujurnya saya berminat sekali, wlwpun hasilnya nanti di terima atau engga, tp saya ingin menguji kemampuan saya di ranah kerja. Sebelum hari H saya ijin kepada HRD yaitu mba Arni, saya bilang sejujurnya klo saya ada panggilan psikotes di BCA. Tp saya minta supaya dia tidak memberi tahu yang sebenarnya kepada siapapun. Saya sudah minta ijin tante dan pak ucup. Aman deh. Saya sudah diijinkan 3 orang. Terutama Tante saya.

Hari test telah tiba, saya berusaha semampu saya. Alhamdulillah lolos test pertama, dan lanjut test kedua. Setelah itu tunggu 2 minggu untuk info selanjutnya. Sekitar pukul 4 sore saya sampe di rumah. Seharian sudah saya test menguji kemampuan saya. Tak lama saya pulang, mba Arni bbm menanyakan bagaimana test tadi, saya bercerita. Kemudian saya nanya, ada yang mencari saya? dia bilang ada kk mu (bebenk). dia bilang rana kemana? aku bilang kamu lagi ada alumni gathering. Oh iya mba makasih yaa. Dia bilang lagi klo rana mau ijin lagi harus bilang dia dulu. Dia juga nanya berapa kali rana ga masuk? aku bilang cuma sekali bulan kmrn waktu sakit. Ohh. jadi dia sedang mencari cari kesalahan saya. Segitunya kah terhadap saya? Biar gimanapun saya tidak akan minta ijinnya. Karena dia bukan bos saya. Bos saya itu Tante dan Pak ucup. Cukup saya ijin dengan mereka, tidak perlu saya ijin dengan dia. Waktu saya sedang ngefax, kebetulan dia masuk ruangan, saya tidak berpikiran untuk menegur sapa atau apa. Karena saya sedang bekerja, melakukan sesuatu, kenapa dia sampai bilang ke Tante klo dia mengetes saya marah atau tidak. Dia bilang ke tante, klo saya tidak menegur dia. Ya mungkin dia sudah tidak suka saya bekerja dsini. Dengan bgtu membuat saya lebih tidak betah. Dan biar gimanapun Tante lebih mendengar apa kata suaminya. Walaupun dia ga tau kejadian sebenarnya. 

Kira2 sampai kapan saya harus bertahan disini ya? Apa sampai saya menikah nanti? Sebenarnya saya sudah ingin sekali keluar dari sini. Tapi saya masih memikirkan nama baik saya dan keluarga. Walaupun nantinya jika saya keluar, mungkin sudah putus hubungan dengan dia. Apapun itu alasannya, dan kapan pun saya keluar. Karena memang keadaan begini2 saja, tidak ada perubahan yang baik. Apa orangtua saya begitu mempunya salah yang besar sekali hingga terjadi seperti ini. Saya terus berdoa supaya diberi petunjuk, agar semua bisa lebih baik lagi. Mungkin yang kuasa mempunya rencana yang jauh lebih indah dari yang kami bayangkan. Aminn..

Insya allah 2 bulan lagi saya akan umroh kembali. Walaupun orang tua dan adik saya tidak jadi ikut, karna masalah tersebut. Dan juga tante mengajak saya dengan pertanyaan "rana jadi ikuut gak" . Padahal jelas2 dia sudah niat untuk mengajak saya, orangtua, dan adik saya. Kenapa dia bertanya lagi demikian? saya hanya menjawab "rana ikut tante aja gimana baiknya". Waktu berlalu, saya pikir tidak ikut umroh, karena tidak ada omongan lagi. Tp tante bbm minta untuk diberikan paspor dan dokumen lainnya. Saya merasa oh saya ikut kah? dengan keadaan yang seperti ini, saya merasa bersyukur jika memang Allah memanggil saya kembali untuk datang menjadi tamu Nya. Walaupun yang memberangkatkan saya ada masalah dengan orangtua saya otomatis dengan saya juga. Saya takut akan terjadi hal2 yang tidak mengenakan. Karena saya sendiri masih menyimpan rasa sakit hati terhadap suaminya. Rasanya berat sekali untuk meminta maaf kepadanya. Saya tau saya ini berdosa sudah menyimpan sakit hati terlalu lama. Tapi apa daya saya, saya sudah berdoa meminta supaya sakit ini bisa hilang sedikit demi sedikit. Tetapi ketika saya bertemu dia, jujur Saya tidak bisa untuk berperilaku biasa saja seperti tidak ada apa2, atau menegur yang seperti dia inginkan, walau berpura pura sekalipun. Apa saya terlalu egois bersikap seperti ini? memang saya tidak pernah bertegur sapa dengan dia. Karena saya tidak bisa melakukan itu. Benar2 tidak bisa.. Saya tau saya berdosa, tp saya hanya manusia biasa yang tidak bisa bersikap baik terhadap orang yang sudah menghina dan menginjak2 orangtua saya. 

Saya tau yang diinginkan tante itu adalah saya dan orangtua saya meminta maaf secara langsung kepada suaminya. Dengan begitu suaminya akan besar kepala, dan menganggap keluarga saya lah yang salah. Memang meminta maaf itu suatu yang mulia di mata Allah. Tetapi kami hanyalah manusia biasa yang sulit untuk melakukan hal itu. Tapi bukan berarti saya tidak berusaha untuk berbuat baik, saya terus berdoa agar perasaan sakit ini bisa hilang walaupun sedikit.. 
Saya berharap semoga kejadian ini ada hikmah yang begitu besar, dan ada pelajaran yang bisa diambil. Saya tau kami sanggup melewati ini semua. Karena Allah tidak mungkin memberikan ujian diluar kemampuan umatnya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar