Rabu, 12 November 2014

Mengalah bukan berarti kalah

Hari itu..
Saya benar2 ingin berontak, ingin marah, ingin menangis. Rasanya sudah tidak sanggup lagi untuk menghadapi masalah yang begitu berat yang tiada ujungnya.
Dhani tlp saya, dia bilang klo tante cerita banyak tentang masalah itu. Mengutip dari cerita Dhani seakan akan tante menilai saya sangat salah. Karena sudah tidak menegur suaminya, dan hanya diam saja dengan adanya masalah ini. Saya terus mendengarkan cerita Dhani. Rasanya hati saya tercambuk. Tante menilai saya sombong, kenapa saya punya sifat seperti itu? tidak suka berbaur dengan yang lain. Ya allah.. apa benar saya begitu? dan inti dari cerita Tante dia ingin saya minta maaf lebih dahulu dengan bebenk. Dhani juga terus memaksa saya untuk berbuat demikian. Saya tau saya salah, tidak menegur k bebenk setelah kejadian itu. Saya kesal, karna saya tidak bisa menutupi kekesalan saya. 

Setelah pulang kerja, saya ingin pulang kerumah saja rasanya. Saya pulang ke ulujami, di sepanjang jalan saya menangis, apa saya harus meminta maaf dengan orang yang sudah menginjak injak harga diri keluarga saya, dia yang sudah menghancurkan hati saya, menghina orang tua saya, dan saya harus minta maaf. Tapi tidak ada jalan lain selain saya minta maaf terlebih dahulu. Karena tidak mungkin k bebenk akan minta maaf lebih dulu kepada saya. Saya sadar saya lebih muda dari dia. Dan memang saya harus mulai ini semua terlebih dahulu.

Sesampainya dirumah, saya mandi, trs saya diam di kamar. Saya bingung, hati saya berontak dengan apa yang ada di pikiran saya. Apa mungkin saya akan melakukan itu? apa sakit hati ini bisa hilang? apa saya sanggup melakukan itu? Tak lama saya sampai dirumah, dhani datang, dan mencoba mendinginkan saya..lalu di ceritakan kepada Mama apa yang sedang terjadi. 
Saya nangis sejadi jadinya saat itu. Kami bertiga membicarakan gimana solusinya. Memang tidak ada jalan lain, selain saya yang lebih dahulu untuk memulai semuanya. Mungkin dengan saya minta maaf lebih dahulu akan ada faedah yang bisa saya dapat. Bismillah .. saya memantapkan hati saya untuk minta maaf.

Esok harinya, alhamdulillah sudah tidak ada perasaan dendam atau benci, saya mencoba ikhlas untuk melakukan ini. Sekitar jam 10 pagi, Tante bbm saya mengenai pekerjaan. Kemudian langsung saja saya bilang klo saya ingin bicara, ingin ngobrol. Tante merespon baik. Dsiitu saya bilang saya minta maaf, saya sadar saya salah. Saya ingin memperbaiki semuanya. Dan tante bersyukur saya ingin melakukan itu, dia bilang mengalah bukan berarti kalah, tapi faedah yang bisa kita dapat, insya allah semua akan baik. Lega hati saya. Ya allah ternyata begini kah jalan Mu. Belum minta maaf dengan K bebenk saja hati saya sudah sedikit lega, dan semakin mantap saya untuk minta maaf. Siang nya, setelah K bebenk slt dzuhur, saya keluar ruangan, saya bilang klo saya ingin bicara. Dia jawab nnti saja dirumah dengan tante ipung. Baiklah mungkin baiknya begitu. Kira2 jam 3 sore, saya dipanggil kerumahnya. Disitu saya bicara berdua dengan k bebenk. Saya minta maaf, disambut maaf juga dari dia. Tak lama tante datang. Saya juga minta maaf langsung. Cukup lama saya disana. Bicara dari hati ke hati. Terakhir kali ketika ingin pulang saya berpelukan dengan Tante. Alhamdulillah setidaknya keadaan ini membaik. Walau masalah orangtua saya belum selesai. Mudah2an ini awal dari semuanya bisa bersatu kembali. Setelah pulang hati saya legaaaaa sekali. Ya allah ampuni aku yang kemarin sudah di jalur yang salah. Terimakasih telah menguatkan saya untuk melakukan ini semua. Ini juga berkat mama dan Dhani. Yang telah keras membujuk dengan begitu pelan begitu sabar, karna sangat menjaga perasaan saya.
Setelah saling minta maaf dan memaafkan, saya seperti biasa menegur k bebenk, begitu pun sebaliknya. Saling bertegur sapa. Melupakan kejadian yang lalu, dan membuka lembaran baru. Saya berdoa semoga dengan saya meminta maaf dan hubungan insya allah sudah membaik dengan tante maupun k bebenk, orang tua saya juga bisa demikian. Bapak sebenarnya sudah melupakan kejadian yang lalu, sudah memaafkan k bebenk. Tetapi klo untuk meminta maaf duluan rasanya kurang etis, karna bapak orang tua. Harusnya k bebenk yang lebih dulu minta maaf. Tante juga bilang dia akan bicara pelan2 agar bebenk mau walaupun hanya sekedar sms atau tlp. Tapi sampai sekarang belom ada proses membaik lagi. Mungkin lebih baik langsung di pertemukan saja antara k bebenk dan Bapak. Dengan begitu mereka saling meminta maaf. Saya yakiin.. 

Semoga semua akan membaik lagi, dan tidak ada perasaan iri, dengki, atau penyakit hati lainnya. Saya ingin semua bisa bersatu kembali. Semoga di berikan kemudahan oleh Nya. Aamiin







Tidak ada komentar:

Posting Komentar