Rabu, 10 September 2014

Astaghfirullohaladzim

Astaghfirullohaladzim....

Sekarang saya lebih sering beristighfar dengan apa yang terjadi sekarang. Sebenarnya saya takut akan rasa sakit hati ini terlalu dalam, saya takut akan dendam ini. Tapi memang sangat sakit nya hati saya, setelah apa yang udah terjadi. Ampuni aku ya Allah....

Ketika bulan ramadhan hampir berakhir..saya sedang berada di rumah bersama mama dan adik saya. Sore itu ada bbm masuk, ternyata dari K bebenk yaitu sepupu saya yang tidak lain adalah suami dari Tante ipung. Dia bbm saya panjang sekali. Yang isinya begitu menyakitkan hati saya. Dia menghina orangtua saya, dia berargumen jelek tentang orangtua saya. Pertama saya baca dan saya coba mengerti apa maksud dari ini?? saya coba membalas dengan bahasa yang sopan. Tapi lama kelamaan, dia terus mencaci orangtua saya, bahkan dia pikir orangtua saya telah menzalimi dia dan ibunya. Bahkan orang tua saya di bilang 'berilmu'. Ya allah.. betapa hati saya bagai di iris pisau tajam. Sepupu saya sendiri menghina hina orangtua saya. Bahasa dia yang "tolong punya mama dijaga mulutnya". Apa bahasa itu pantas untuk saya diamkan?? Saya tidak bisa diam, saya terus membela orangtua saya. Dan saya berkata apa adanya, sebenar benarnya yang terjadi. Saya tidak terima dia menghina orangtua saya. Karena saya tau perlakuan dia seperti apa. Setelah selesai saya berargumen lewat bbm. Saya menangis menjerit. Karena saya sangat kesal dengan apa yang dia katakan tentang orangtua saya. Mama mencoba mendinginkan saya, dia bilang semoga ada balasannya dari apa yang udah dia katakan tadi. 

Dua hari berlalu setelah kejadian itu, pagi2 Tante sudah bbm saya, dia bercerita menangis nangis. Ternyata suaminya berselingkuh. Bukti chat di bbm, foto, Tante yang liat sendiri. Dia mengadu kepada saya, mencurahkan rasa kekesalan dan kekecewaannya. Saya yang masih kesal dengan kejadian kemarin, rasanya semakin bertambah kesal mendengar cerita Tante. Sungguh luar biasa Tante saya marah menggebu gebu. Tapi orangtua saya bilang,klo nnti sudah di Jakarta, marah itu akan hilang, Tante pasti berubah dan maafin suaminya seperti tidak terjadi apa2. Saya tidak percaya, karna Tante sudah marah semarah marahnya. Mama bilang, liat aja nanti klo sudah pulang ke Jakarta.

Setelah lebaran, Tante mengajak keluarga saya dan yang lainnya bertemu di PIM untuk makan siang. Setelah bertemu, Tante bercerita lagi mengenai masalah suaminya. Tapi ada yang aneh, marah nya Tante yang kemarin rasanya sudah reda. Dan dari gaya bicaranya Tante sudah memaafkan suaminya. Mengapa saya cemas akan terjadi sesuatu. Saya takut, Tante lupa akan semua yang udah dia curahkan ke saya. Begitu suaminya datang, saya masih terbayang betapa kotornya ucapan dia memaki orangtua saya. Dia mengulurkan tangannya untuk bersalim dengan saya, sambil berkata minal aidin walfaidzin. Tapi rasanya mulut saya tertutup rapat2 untuk berkata yang sama, bahkan untuk menatap wajahnya saya tidak ingin. Ya allah ampuni saya.....
Ketika menuju restoran, Saya dan yang lainnya masuk menuju meja, sementara saya lihat Bapa dan K bebenk mengobrol di dpn resto. Saya takut mereka berkelahi, saya takut itu terjadi. Dan benar apa yang saya takuti terjadi. Bapa dan K bebenk berkelahi, saya melihat k Bebenk menendang Bapa, saya lihat Mama langsung memegangi Bapa, bgtu juga yang lain. Saya lihat ke arah Tante dia blm tau apa yang telah terjadi di luar. Saya pergi keluar, dan Tante sudah tau segera lari keluar. Bapa bilang kita pulang. Saya mendengar tante ucap "kenapa siih, bikin malu aja". Setelah itu saya dan keluarga pergi untuk pulang, saya melihat wajah Bapa bgtu kesal dan marah. Saya tidak pernah melihat wajah Bapa semarah itu sebelumnya. Ketika di perjalanan Tante bbm saya yang isinya menyalahkan Bapa karena tidak bisa menahan emosi. Saya mulai berpikir. Kenapa Tante jadi menyalahkan Bapa seutuhnya???

Hari demi hari... persoalan itu belum selesai. Ketika masuk kerja, saya merasa aneh dan kaku dengan Tante. Mama mencoba sms Tante untuk meminta maaf atas kejadian itu. Tapi tidak ada balasan. Bapa juga coba menelpon, tp tidak diangkat. Apa Tante marah dengan orangtua ku? Kenapa kesalahan suaminya tertutup dengan emosi Bapa? kenapa Tante lupa dengan apa yang udah dia katakan di bbm waktu itu. Amarah nya telah hilang. Kebencian dia terhadap suaminya hilang, dan sekarang benci dengan orangtua ku. Terbukti, minggu itu ada pengajian yang biasanya keluarga ku selalu hadir, dan pasti menginap dirumah Tante semlm sebelum acara pengajian. Tetapi minggu itu saya dan keluarga tidak diberi tau. Padahal orang kantor semua di info, om eko yang broadcast acara pengajian itu. Kenapa saya tidak?? ada apa?
Sehari setelah pengajian, mama mencoba sms Tante, mama bilang kenapa kok tumben ada pengajian tidak diberi tau? Tante bilang, gimana mau di kasih tau, masalah om sm bebenk aja belum selesai. Mama membalas, trus gimana ya supaya semua bisa balik lagi, baik lagi. apa ipung ga pernah coba untuk minta bebenk minta maaf sm om, apalagi bebenk mau pergi haji. Tante marah, tante bls, Kalian masih aja nyalahin bebenk ya, kalian jangan merasa benar, kebenaran hanya allah. Mendengar cerita sms itu saya sungguh tidak menyangka, kenapa Tante membela suaminya yang jelas2 sudah menyakiti hati nya berkali kali. Dan membenci orangtua saya yang selama ini menjadi pendengar setia cerita2 keburukan suaminya. Ya Allah... apa salah orangtua ku sehingga Tante bgtu berubah?
Jawaban itu sampai sekarang belum saya ketahui. Saya bingung, saya kesal, saya sedih. Saya bekerja disini menjadi tidak betah, bertolak belakang dengan hati nurani saya. Jika saya keluar, saya pasti dianggap tidak profesional. Tapi begitu berat saya bekerja disini, jika Bos saya sendiri tidak suka dengan orangtua saya, bisa2 otomatis tidak suka juga dengan saya. Saya sudah mulai merasakan sesuatu yang tidak enak dari perlakuan Tante ke saya. Sebenarnya saya sudah ingin sekali keluar, tp orangtua saya bilang saya harus kuat. Karena jika saya keluar sekarang, dia pasti berpikiran jelek lagi tentang saya. Saya takut di bilang tidak profesional. Jadi saya harus kuat apapun yang terjadi demi orangtua saya. Sekarang yang saya rasakan begitu sakit ketika mengingat apa yang sudah terjadi. Kenapa semua berbalik begitu cepat. Tante yang tadinya seperti bidadari, kenapa sekarang begitu membenci orangtua saya seperti dia membenci suaminya dulu. 
Saya cuma bisa berdoa, dan membuktikan kalau saya kuat dan bisa melewati ini semua. Walaupun saya bekerja dengan orang yang sudah membenci orangtua saya. Semoga ada hikmah dibalik semua ini, ada balasan yang setimpal dengan apa yang sudah terjadi. Allah tidak tidur..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar